Reach atau Engagement, Pilih Mana?

by : Grid Voice


Posted on October 17, 2018 17:00 PM
Bagikan melalui :


Pada dasarnya influencer marketing efektif untuk mendekatkan diri dengan audiens yang disasar. Efektif? Apa yang harus diperhatikan?

Nah, ini ada hubungannya dengan objektif yang hendak dicapai. Anda ingin sekadar memperoleh awareness? Atau malah lebih dari itu?

Misal, target yang hendak dicapai adalah awareness, maka jumlah impression dan reach menjadi dua elemen yang krusial. Kok?

Ya, bisa jadi karena KPI yang harus Anda capai adalah membesarnya jumlah user baru. Atau calon pembeli baru jika bergerak dalam bidang e-commerce. Semakin banyak tentu semakin bagus.

Sebelum menjadi terlalu jauh, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu beberapa poin krusial dalam menjalankan strategi influencer marketing.

Reach

Reach adalah elemen penting dalam influencer marketing campaign. Dari variabel ini kita bisa melihat, seberapa jauh jangkauan pesan dari sebuah brand (via influencer yang kita pilih) berkelana di antara audiens-nya. Semakin tinggi angka reach-nya tentu saja semakin banyak yang melihat pesan dari brand tersebut.

Dari sisi pemilihan infuencer, soal reach ini juga layak beroleh perhatian. Siapa orang yang kira-kira bisa menjalankan amanah dalam meningkatkan reach?

Ada tiga hal biasanya yang diperiksa yang bisa dijadikan tolok ukur untuk menghitung efektivitas dari seorang influencer. Tiga hal itu adalah: followers, jumlah impression, dan traffic data.

  1. Jumlah Followers. Influencer dengan jumlah followers besar diasumsikan efektif untuk jumlah reach dan impressions. Sementara, influencer dengan jumlah followers menengah biasanya efektif dalam hal engagements. Pasti begitu? Relatif. Sebab, tentu ada unsur lain yang juga harus ditimbang dan berkorelasi. Misal, soal kualitas konten dan cara penyampaiannya.
  2. Impressions. Biasanya diterjemahkan dalam jumlah angka yang menunjukkan seberapa banyak pesan dari brand Anda hadir di target audiens.
  3. Traffic Data. Jumlah trafik yang diarahkan oleh influencer ke situs Anda.

 

Engagement

Ketika target utama dari campaign Anda adalah engagement atau interaction, maka Anda bisa mengukur tidak hanya dari jumlah engagements, tapi juga Cost per Engagement (CPE).

Engagement penting sebagai indikasi bahwa brand Anda mempunyai audiens yang setia. Engagement juga bisa menjadi unsur yang bisa diperhitungkan dalam kaitannya dengan Return of Investment (ROI) dalam jangka panjang.

Untuk mengukur engagement dari seorang influencer terhadap brand Anda, ada enam tolok ukur yang bisa dihitung:

  1. Clicks. Jumlah klik bisa menunjukkan tingkat ketertarikan dari audiens Anda. Tapi akan lebih baik bila jumlah klik diimbangi dengan jumlah likes dan shares agar tingkat engagement lebih meningkat.
  2. Likes. jumlah likes yang banyak bisa mendorong konten ke cakupan yang lebih luas lagi. Konten Anda berpotensi menjadi viral.
  3. Reactions. Menurut algoritma Facebook, interaksi berupa reactions sentimennya lebih baik bila dibandingkan likes. Reactions membutuhkan “usaha” lebih dibandingkan sekadar menekan tombol likes.
  4. Shares. Shares menandakan kualitas. Jika seorang user membagi konten Anda ke keluarga dan teman-temannya, maka besar kemungkinan mereka akan merekomendasikan produk atau layanan Anda juga.
  5. Comments. Jumlah komentar yang tinggi pada posting-an influencer merupakan indikasi bahwa audiens, atau audiens potensial Anda, menyukai konten tersebut.
  6. Brand Mentions. Mentions merupakan salah satu KPI yang baik karena Anda tahu bahwa konten Anda sedang diperbincangkan. Makin banyak yang me-mention, makin beredar luaslah kabar tentang brand Anda.

 

Selain itu untuk mengukur sejauh mana upaya influencer marketing Anda membuahkan hasil yang diinginkan, Anda perlu menggunakan tools pengukuran. Ada banyak pilihan berkenaan dengan peranti ukur. Di Grid Voice misalnya, kami menggunakan beberapa. Antara lain brand24.com dan Buzzsumo untuk melihat performa influencer marketing yang dijalankan.

Well, di luar topik yang kita perbincangkan, patut diingat juga, influencer marketing tidak melulu untuk menghasilkan transaksi dalam waktu singkat atau meningkatkan penjualan.  Strategi ini juga memiliki satu spektrum penting, yakni: hubungan ke depan dengan target audiens brand Anda.