Pahami Brand Positioning Sebelum Bermain Influencer Marketing

by : Grid Voice


Posted on November 13, 2018 17:00 PM
Bagikan melalui :


Ada banyak strategi pemasaran untuk mendongkrak awareness. Menggunakan influencer adalah salah satunya. Ampuh, memang. Tetapi perhatikan dulu soal brand positioning.

Influencer ngetop sering diincar dalam strategi ini. Apalagi kalau follower-nya bejibun. Tetapi jangan buru-buru menjatuhkan pilihan. Ada satu hal yang harus jelas sebelum menentukan pilihan. Kita harus clear betul soal brand positioning.

Pakar marketing Philip Kotler punya definisi tentang brand positioning. Dia bilang, brand positioning adalah: “…the act of designing the company’s offering and image to occupy a distinctive place in the mind of the target market…” 

Kalau mau dimaknai secara bebas, positioning adalah usaha untuk menempatkan produk di benak segmen yang disasar melalui komunikasi. Upaya itu dimaksud untuk memperoleh posisi (di kepala audiens) yang unik, berbeda, bahkan unggul.

Jika produk yang hendak “diposisikan” berupa barang, maka komunikasi yang perlu dibangun pasti menyangkut atribut dari barang. Misal, kelebihan, perbedaan, atau keunikan. Sementara untuk produk jasa, atribut yang dikomunikasikan tentu menyangkut karakteristik jasa.

Lebih jauh, mari kita lihat beberapa poin di bawah ini.

Cari Keunikan Produk

Nilailah produk yang Anda tawarkan ke calon konsumen.  Identifikasi manfaat dan perbedaan dari produk barang atau layanan yang ditawarkan (unique selling point) kompetitor.

Misal, kalau Anda mengelola brand makanan, Anda dapat mencari keunikan produk dari aspek bahan baku. Bisa jadi bahan yang digunakan adalah bahan organik, alami. Atau, produk Anda  memiliki bentuk atau ukuran yang unik. Bisa juga karena pewarna yang digunakan adalah pewarna khusus. Mungkin juga ada hal lain yang belum dimiliki produk lain.

Jika sudah menemukan keunikan produk, Anda harus memvalidasi “nilai jual” tersebut dengan data lain. Antara lain: preferensi konsumen, tren yang berhubungan dengan produk, kondisi pasar dan kompetisi.

Rujuk silang perlu agar usaha Anda tidak sia-sia. Bayangkan saja, ketika Anda yakin bahwa produk Anda memang unik, tetapi ternyata konsumen Anda malah tidak yakin. Wah, bakal celaka.

Bagaimana kalau ternyata di mata masyarakat keunikan itu tidaklah penting.  Bisa karena tidak menarik, bisa juga karena tidak mampu menjawab kebutuhan atau keinginan.

Pemeriksaan juga akan membantu Anda atas beberapa hal. Misalkan saja, untuk menentukan kepada siapa Anda mempromosikan produk dan influencer seperti apa yang memiliki taste yang relevan dengan produk.

Siapa Konsumen Produk?

Pertanyaan ini akan membantu menjawab soal bagaimana cara penyampaian konten, khususnya yang berkait dengan gaya yang diusung influencer. Dalam konsep produk kita mengenal STP (Segmen, Target dan Positioning). Nah, pengetahuan tentang target perlu menjadi perhatian.

Anda perlu mengetahui aspek demografis dan psikologis dari target audiens. Mulai dari rentang usia dan lokasi peminat produk, tingkat pengeluaran bulanan, status sosial, minat, serta kebiasaan audiens dalam memilih produk.

Penentuan satu atau dua target segmen bisa dijadikan cermin dalam pemilihan siapa kira-kira influencer yang memiliki followers seperti yang Anda canangkan. Pemanfatan influencer dengan pengikut yang memang ditargetkan akan membuat proses penerimaan konten dalam rangka brand positioning bisa berlangsung lebih mulus.

Identifikasi Influencer

Ingin lebih yakin? Coba cari tahu lebih banyak tentang sosok sang influencer.

Figur influencer yang cocok bisa dilihat dari konten apa yang diunggah. Jadi, memang harus dilihat benar seperti apa gaya bahasa dari tulisannya – baik untuk blog atau caption – dan seperti apa pula karakter foto atau video yang ia gelontorkan.

Kalau influencer pernah menjalankan tugas sebagai pihak yang di-endorse, pelajari pula cara yang dipakai. Sudah?  Cari tahu lagi lebih jauh.

Makin banyak informasi yang digali dari sosok influencer akan semakin baik. Sama seperti menelaah target audiens, hobi serta gaya hidupnya akan memberikan gambaran yang lebih jernih atas sosoknya.

Logikanya kan begini: influencer yang berhobi olahraga tentu akan lebih relevan saat bertugas mengampanyekan produk kesehatan. Influencer berhobi jalan-jalan lebih relevan saat mempromosikan fasilitas hotel.

Coba sedikit kepo lagi, agar tahu lebih banyak. Dapatkan beberapa sampling untuk memahami seperti apa interaksi antara followers dengan influencer. Lihat respons atas post. Followers yang memiliki keterikatan tinggi akan memberikan komentar yang relevan, tidak nyampah atau out of topic.

Gunakan Tools

Identifikasi dengan cara di atas tentu membutuhkan usaha ekstra.  Secara kualitatif sangat baik. Kalau mau lebih mudah dan hemat waktu, bisa juga menggunakan tools.  

Saat ini banyak penyedia jasa layanan yang mampu mengidentifikasi influencer seperti apa yang relevan dengan brand Anda. Cukup mencari tahu kata kunci, tagar, atau username akun yang ingin diidentifikasi, maka Anda akan mendapatkan insight dari pencarian tersebut secara instan.

Anda dapat menemukan post yang memiliki komentar dan like paling sedikit dan paling banyak, tingkat keterlibatan dengan followers (engagement rate), maupun posisi popularitasnya dibandingkan influencer sejenis.

Beberapa tools juga mampu mengidentifikasi keaslian followers sebuah akun. Dengan begitu, jadinya lebih efektif dalam menemukan akun yang otentik.

Survei Grid Story Factory pada tahun ini menunjukkan bahwa 52% brand di Indonesia telah memanfaatkan influencer sebagai salah satu kanal distribusi konten. Para marketer mengakui bahwa efektivitas konten yang dipublikasikan lewat influencer mencapai 92,6%.

Anda juga ingin memanfaatkan influencer?  Soal brand positioning janganlah dilupakan.