Influencer Marketing yang Berdampak Positif di Bulan Ramadhan

by : Yuliandi Kusuma


Posted on May 14, 2018 16:00 PM
Bagikan melalui :


Ramadhan kerap menjadi periode paling menjanjikan untuk “take action” oleh para marketer. Terutama marketer pada jasa dan produk yang kerap digunakan di masa bulan puasa hingga hari raya. Pada masa ini perilaku pelanggan menjadi lebih konsumtif seiring dengan banyaknya kebutuhan. Inilah peluang untuk meraih banyak hal. Mulai dari awareness, engagement, hingga sales.

Pemanfaatan influencer marketing bisa jadi cara yang efektif dan jitu. Pencapaian dalam bentuk awareness, engagement, hingga potensi sales dapat dipadukan. Dan pencapaian ini sangat ditentukan pada konsep kreatif, eksekusi, dan juga kontrol proses campaign. Diawali dengan menentukan apa yang menjadi sasaran. Tahapan itu pun berlanjut dengan memutuskan seperti apa bentuk campaign-nya yang bisa menjadi pendorong hingga memilih influencer seperti apa yang tepat. 

 

Tahapan-tahapan berikut ini bisa menjadi panduan awal Anda untuk melakukan influencer marketing selama bulan Ramadhan.

 

Memilih Bentuk Campaign

Tentukan target marketing apa yang ingin dicapai. Pencapaian ini ini mempengaruhi jenis aktivasi campaign yang akan dilakukan. Untuk mengejar engagement dengan audiens dan konsumen di channel-channel marketing milik brand misalnya, tentu perlakuannya berbeda dengan pencapaian awareness saja. Pencapaian awareness menggunakan influencer marketing kerap membutuhkan kuantitas, sedangkan engagament harus didampingi dengan kualitas content.

 

Pemilihan Content

Lihat apa yang menjadi kebutuhan audiens dan konsumen di bulan Ramadhan. Berdasarkan data Google Indonesia, sejumlah keyword menjadi teratas selama bulan Ramadhan seperti zakat, ayat Alquran, resep masakan untuk sahur dan buka puasa, jadwal sholat, serta waktu sahur dan imsak. Content yang digunakan sebagai trigger bisa diawali dengan hal-hal yang dibutuhkan audiens.

 

Pemilihan Waktu

Penggunaan media sosial di bulan Ramadhan juga berubah karena aktivitas audiens yang berubah. Dari data Google Indonesia misalnya, pengguna Youtube pada Ramadhan di tahun 2017 banyak menonton content pada pukul 03.00-04.00, kemudian dilanjut pukul 11.00, dan akan meningkat pada 21.00 - 24.00. Begitu pun waktu menyimak media sosial. Penempatan jadwal content yang tepat di bulan Ramadhan memiliki dampai positif pada campaign.

 

Memilih yang Relevan

Pemilihan influencer yang tepat di Ramadhan campaign ini juga tidak lepas dari target pencapaian yang diinginkan serta content yang hendak ditebarkan. Influencer yang tidak relevan dengan content tentu akan menurunkan potensi tersampaikannya pesan dengan tepat akurat. Menebarkan content terkait dengan resep masakan tentu membutuhkan influencer dengan feed yang kerap menampilkan resep kuliner. 

 

Melihat Audiens Influencer

Audiens penyimak resep kuliner ini berpotensi meningkat di bulan Ramadhan. Resep kuliner yang tadinya hanya menjadi interest di segmen tertentu saja, bisa meluas. Karenanya, penentuan jumlah audiens influencer juga menentukan. Penggunaan influencer mega dan makro boleh jadi menjadi efektif selama bulan Ramadhan, karena audiens banyak mencari content seperti ini. Tapi tentu saja kita harus tetap menguunakan influencer yang relevan dengan tema seperti ini.