Apa Itu Influencer Marketing?

by : Yuliandi Kusuma


Posted on October 25, 2017 19:00 PM
Bagikan melalui :


Ketika informasi dari “mulut ke mulut” tetap berdaya guna di era digital serba daring. Strategi alur komunikasinya perlu diramu agar lebih jitu.

Anda pasti sudah tahu kalau “informasi dari-mulut-ke-mulut” adalah bentuk pemasaran yang paling efektif. Sekitar 20-50 persen keputusan untuk membeli dipengaruhi hal ini. Konsumen akan lebih mengikuti orang yang mereka percayai dibandingkan dari iklan atau pesan sponsor.

Di jagat maya, “informasi dari-mulut-ke-mulut” berkembang lebih luas lagi. Lebih dari sekedar rekomendasi dari teman atau kerabat. Dan inilah dunia sebenarnya dari influencer marketing.

Survei dari Twitter menunjukkan 49 persen konsumen mencari panduan membeli dari para influencer di media sosial. Dan 20 persen dari konsumen mengaku sebuah tweet dari seorang influencer menginspirasi untuk men-share produk yang mereka beli untuk direkomendasikan. Hampir 40 persen pengguna Twitter mengaku melakukan pembelian atas sebuah produk akibat tweet dari seorang influencer.

Influencer Media Sosial

Apa itu influencer media sosial? Mereka adalah seseorang yang memberi pengaruh kepada orang lain melalui media sosial. Setiap influencer memiliki gaya mempengaruhi yang berbeda satu sama lain.

Endorsement pada selebriti adalah bentuk dasar dari influencer marketing. Namun, di era digital dengan akses internet yang semakin mudah, seseorang meski bukan selebriti bisa menjadi “bintang online” dengan pengaruh yang besar pada pengikutnya, khususnya pada beberapa segmen pasar.

Sebuah survey di Amerika Serikat yang dikelola oleh Variety menaruh nama delapan Youtubers terkenal di rangking sepuluh besar, di atas beberapa nama selebritis seperti musisi dan bintang film terkenal.

Influencer marketing seperti halnya anak panah di busur marketing Anda. Meskipun pendekatannya berbeda sebagai kanal informasi brand, kampanye yang dilakukan influencer Anda tetap harus disesuaikan dengan strategi konten dan citra brand Anda sehingga mampu meningkatkan reputasi brand secara maksimal.

Dalam banyak kasus, Anda akan menggunakan influencer marketing untuk memperluas jangkauan pesan dari brand Anda dengan bekerja sama dengan influencer media sosial untuk membuat atau mendukung konten yang mereka poskan di kanal media sosial mereka. Hal ini membuat Anda bisa memanfaatkan audiens milik mereka untuk menambah audiens brand Anda sendiri  atau mengelompokkan target konsumen Anda dengan cara yang tidak mungkin dilakukan melalui akun media sosial milik Anda sendiri.

 

Siapa yang akan Anda Pengaruhi?

Sebagian besar para marketeer mampu menjawab pertanyaan ini. “Saya akan mencoba mempengaruhi para konsumen, calon konsumen, dan komunitas industri yang lebih luas!”. Tapi dalam kampanye melalui influencer marketing, jawaban ini belum cukup. Karena setiap kampanye influencer yang Anda jalankan belum tentu berhasil untuk semua orang. Seperti dalam semua strategi pemasaran, jawaban yang paling tepat dan jitu adalah pemfokusan yang lebih akurat dan pemahaman yang jelas tentang tujuan Anda dan juga audiens Anda.

Mungkin Anda mencoba mempengaruhi orang-orang yang bekerja dalam fungsi pekerjaan tertentu - profesional atau manajer komunitas yang cenderung menghabiskan banyak waktu di media sosial setiap hari, misalnya. Atau mungkin tujuan Anda adalah untuk mempengaruhi pengambil keputusan di vertikal tertentu-mungkin pemimpin pemerintah atau keuangan yang cenderung menaruh kepercayaan mendalam terhadap rekomendasi dari jaringan mereka. Atau, Anda bisa mencoba menargetkan segmen konsumen tertentu, seperti milenial yang ingin membeli rumah pertama mereka.

Itu adalah tiga kelompok yang sangat berbeda, dan strategi pemasaran influencer yang efektif mengharuskan Anda berbicara kepada orang yang tepat menggunakan alat yang tepat (dan, dalam hal ini, influencer yang tepat). Sama seperti yang Anda lakukan dalam semua pekerjaan pemasaran Anda yang lain. Jadi yang juga terpenting adalah strategi.