8 Alasan Mengapa Brand Harus Menggunakan Influencer Marketing pada Era Digital

by : Harry Afif Pratama


Posted on October 24, 2017 22:30 PM
Bagikan melalui :


Istilah influencer marketing menyeruak dalam lima tahun terakhir. Inilah model marketing era digital yang perlu Anda coba sekarang juga

Di tengah gempuran penggunaan adblock dan terus menurunnya kepercayaan konsumen kepada iklan, dibutuhkan suatu model marketing yang mampu menjawab tantangan tersebut. Sebuah upaya yang tidak menggantungkan diri semata kepada online banner pastinya. Dan,  harus mampu sedekat mungkin berkomunikasi dengan konsumen.

Influencer marketing adalah jawaban atas dua upaya itu. Pendekatan usaha marketing melalui influencer juga memberikan jawaban untuk stand out di kerumunan dan lingkungan kompetitif.

Influencer marketing dapat membuat pesan terlihat, terdengar dan terekam dengan baik oleh konsumen. Lewat influencer, pesan Anda (brand) tidak terlihat seperti iklan dan begitu meyakinkan karena datang dari orang yang cukup dekat dengan konsumen.

Selain itu, ada alasan lain lagi. Setidaknya ada 8 fakta yang layak Anda pertimbangkan:

  • Penggunaan media sosial di Indonesia terus meningkat. Ada sekitar 91 juta pengguna Facebook dan 48 juta pengguna Instagram di Indonesia
  • Berdasarkan Google Trends, pada tahun 2016 influencer marketing dapat melampaui print marketing. Pertumbuhan pencarian kata “influencer marketing” sebesar 5000% dalam sebulan.
  • Influencer marketing mejadi saluran costumer-acquisition yang berkembang cukup cepat, mengalahkan organic search, paid search dan email marketing (Tomoson)
  • Sebanyak 74% konsumen menjadikan social network sebagai panduan sebelum melakukan pembelian
  • Sekitar 47% konsumer online menggunakan ad blockers (Digital News Report)
  • Setiap dollar yang dibelanjakan untuk instagram influencer memberikan ROI dengan rerata 6.85 dollar (AdWeek)
  • Word of Mouth konsumen ke konsumen menghasilkan penjualan sebanyak dua kali lebih besar dibandingkan iklan berbayar. Sekitar 92% lebih percaya pada rekomendasi word of mouth, 33% percaya pada online banner
  • Ketertarikan pada influencer marketing meningkat lebih dari 90 kali sejak 2013

Delapan fakta di atas membuktikan bahwa influencer marketing memang layak dijadikan tools menyambut tantang era baru digital. Bukan hanya dalam lingkup Indonesia, tetapi juga global. Anda sudah siap?